HACKER & CRACKER

Hacker

Peretas (Inggrishacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.

Sejarah

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris “hacker” pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang crackersebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.

Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah crackerCracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan:White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Hacker dalam film

Pada 1983 keluar pula sebuah film berjudul War Games yang salah satu perannya dimainkan oleh Matthew Broderick sebagai David Lightman. Film tersebut menceritakan seorang remaja penggemar komputer yang secara tidak sengaja terkoneksi dengan super komputer rahasia yang mengontrol persenjataan nuklir AS.

Kemudian pada tahun 1995 keluarlah film berjudul Hackers, yang menceritakan pertarungan antara anak muda jago komputer bawah tanah dengan sebuah perusahaan high-tech dalam menerobos sebuah sistem komputer. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana akhirnya anak-anak muda tersebut mampu menembus dan melumpuhkan keamanan sistem komputer perusahaan tersebut. Salah satu pemainnya adalah Angelina Jolie berperan sebagai Kate Libby alias Acid Burn.

Pada tahun yang sama keluar pula film berjudul The Net yang dimainkan oleh Sandra Bullock sebagai Angela Bennet. Film tersebut mengisahkan bagaimana perjuangan seorang pakar komputer wanita yang identitas dan informasi jati dirinya di dunia nyata telah diubah oleh seseorang. Dengan keluarnya dua film tersebut, maka eksistensi terminologi hacker semakin jauh dari yang pertama kali muncul di tahun 1960-an di MIT.

Etika peretas

Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan/lubang di keamanan yang anda lihat.

Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

Tidak pernah mengambil risiko yang bodoh

Selalu mengetahui kemampuan sendiri.

Selalu bersedia untuk secara terbuka/bebas/gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metode yang diperoleh.

Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang diretas.

Hormati mesin yang diretas, dan perlakukan dia seperti mesin sendiri.

Tingkat peretas

 

 Elite :

Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka memahami sistem operasi sisi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrograman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya efisien & terampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman yang dapat memasuki sistem tanpa terdeteksi, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data yang ditemui. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Semi Elite:

Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya (vulnerability)). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker tingkat ini. Sialnya oleh para Elite mereka sering kali dikategorikan Lamer.

Developed Kiddie:

Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) dan masih sekolah. Mereka membaca tentang metode hacking dan caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil dan memproklamasikan kemenangan ke peretas lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafic User Interface (GUI) dan baru belajar hal dasar dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

Script Kiddie:

Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktivitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan hidup pengguna Internet.

 

Lamer:

Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin menjadi seperti mereka. Penggunaan komputer mereka hanyalah untuk main game, IRC, tukar-menukar perangkat lunak bajakan dan mencuri kartu kredit. Melakukan hacking menggunakan perangkat lunak trojan, nuke, dan DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel. Karena banyak kekurangan untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai tingkat developed kiddie atau script kiddie saja.

CRACKER

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data.

PERBEDAAN ANTARA HACKER & CRACKER

Sumber 1

>>Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer. Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.
>>cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang dimasuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
  

>>Hacker :
1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.
2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
4. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.

>>Cracker :
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagai
contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi,
hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu
Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus klikBCA.com yang paling hangat dibicarakan beberapa waktu yang lalu.

>>Ada beberapa jenis kegiatan hacking, diantaranya adalah: Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya.

>>Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

>>Jadi dapat diambil kesimpulannya bahwa Hacker yang ‘baik’ adalah orang yang
mengetahui apa yang
dilakukannya, menyadari seluruh
akibat dari apa yang
dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
Sementara hacker
yang ‘jahat’ atau biasa disebut cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, tetapi seringkali tidak menyadari akibat dari perbuatannya. Dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu. Karena hacker adalah orang yang tahu dalam ketahuannya, di dunia hackers tentu saja ada etika yang mesti dipenuhi dan dipatuhi bersama.
Lebih jauh lagi tentang Cracker, 

>>Cracker adalah seseorang yang berusaha untuk menembus sistem komputer orang lain atau menerobos sistem keamanan komputer orang lain untuk mengeruk keuntungan atau melakukan tindak kejahatan.
Inilah yang membedakannya dengan hacker.

>Prinsip kerja hacker dan cracker sebenarnya sama. Yang membedakan keduanya adalah tujuannya. Dari segi kemampuan, cracker dan hacker juga tidak jauh berbeda.
Tapi cracker seringkali memiliki ilmu yang lebih oke dan keberanian serta kenekatan yang lebih besar daripada hacker.

Namun dari segi mentalitas dan integritas, keduanya beda jauh.

 

Sumber 2

 

Hacker

Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs tertentu dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

Seorang Hacker dengan senang hati akan membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

Seorang Hacker mempunya jiwa pemaaf yang tinggi dan jika dia melakukan kesalahan dengan rendah hati akan meminta maaf atas kesalahannya.

Cracker

Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagai contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situsdan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus yang terjadi pada clickBCA.com sebagai contoh lainnya.

Akibat yang Ditimbulkan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.

Belakangan ini juga ada kejadian dimana Hacker berubah jadi Cracker begitupun sebaliknya, semua tergantung dari orangnya dan tentu saja diduukung dari kesempatan yang ada.

Sumber 3

Mungkin sebelum ini pembaca menyangka bahwa istilah hacking sama artinya dengan istilah cracking. Keduanya sama-sama jahat karena berusaha menyusup ke sistem orang lain dan berakibat buruk bagi si pemilik. Atau bahkan mungkin juga ada pembaca belum pernah mendengan istilah cracking. Seperti saya ketika masih duduk di bangku SMP, yang saya tahu hanyalah istilah hacker dan hacking saja. Dan memang, sepertinya istilah hacker lebih terkenal dan populer karena lebih sering digunakan di film-film.

Hacker dan cracker adalah sebuah kata benda yang menunjukkan profesi. Sedang hacking dan craking adalah kata benda bentukan dari verb. Ah, sepertinya terlalu rumit jika menjelaskan mengenai bahasa di sini, yang jelas, tanpa tahu terlebih dahulu maknanya pasti pembaca sudah tahu apa perbedaan hack, hacking, dan hacker.

Selama ini istilah hack dan crack sering diasumsikan sama, padahal keduanya berbeda. Pada awalnya keduanya memang sama. Mereka berdua sama-sama berhasil mendapatkan akses ke segala sesuatu yang seharusnya tidak mereka miliki. Namun, perbedaan antara hack dan crack, ditunjukkan pada apa yang terjadi setelah itu, pilihan antara merusak dan tidak merusak.

Ini dia ada sepenggal cerpen buatan saya ketika SMA (lupa waktu itu mbuat untuk apa), yang mungkin dapat memberikan sedikit gambaran tentang perbedaan hacker dan cracker

*****

“Ini memang zamannya teknologi, zamannya kita berkecimpung di dunia maya, zamannya kita menguasai internet. Kamu memang hebat, analisator program dan jaringan terhebat yang pernah kuketahui. Kamu bisa menguasai bahasa html, bahasa pemrograman, dan java dengan cepat. Tapi bukan begitu cara menggunakan kemampuanmu.”

Lagi-lagi Evan berusaha mengintimidasiku, berusaha mendikte mana yang benar dan mana yang salah. Aku tidak suka itu, memang dia itu siapa?

“Apa? Lalu apa? Aku tidak mau jadi sepertimu. Apakah aku harus diam saja menanti seseorang yang memintaku untuk memeriksa keamanan webnya baru aku bekerja?”. Kupandang Evan dengan ekspresi datar dan kusandarkan tubuhku pada bantalan kursi. Otot-ototku kaku karena semalaman begadang di depan komputer.

“Dengan kemampuanmu yang seperti itu, kamu bisa menjadi seorang hacker hebat! Seorang semi elite, bahkan seorang elite! Bayaranmu akan mahal!” kata Evan menggebu-gebu. Ia pasti berusaha menyeretku keluar dari dunia hitam para cracker.

“Tidak! Tidak, aku tidak mau menjadi hacker sepertimu. Aku mau lebih.” jawabku dengan pongah dan memandang Evan agak rendah.

“Kamu memang lebih hebat dariku Tapi hacker tidak sehina pikiranmu. Hacker adalah orang-orang yang menguji sistem kemanan suatu jaringan. Mereka berjasa, membantu para administrator website untuk mengetahui sejauh mana keamanan sistem mereka.” Evan masih berusaha keras meyakinkanku .

“Itu tidak akan mengubah pendirianku. Bagaimanapun juga aku  ini lebih! Aku menyadari kelebihan intelegensiku dibanding orang-orang lain. Sudah sepantasnya kugunakan otakku semaksimal mungkin.”

“Tapi caramu salah, pekerjaanmu itu hina! Hina!”  Evan berteriak, ia mulai emosi.

“Hina? Bah, menurutku ini pekerjaan berlevel!”

“Kamu perusak dan pencuri!” katanya sambil menudingku, memandangku dengan pandangan jijik. Kemudian ia meminum minuman di depannya dengan terburu-buru. “Aku memang cuma seorang white hat hacker yang bekerja jika mendapat perintah. Tapi aku dan hacker-harcker lainnya tidak pernah melakukan perbuatan hina sepertimu. Mencuri password, mengubah website seenaknya, menyabotase alamat email, menyebarkan virus, membobol rekening…”

****

Nah, itu dia tadi sebuah cuplikan cerita pendek, tak perlu penasaran tentang endingnya, apakah mereka kemudian berpacaran dan menikah, ataukah si tokoh aku bunuh diri karena semua kejahatannya ketahuan. Dialog antara tokoh aku yang notabenya adalah seorang cracker, dan Evan yang seorang hacker. Memang dalam beberapa hal agak kurang valid, mungkin karena pemahaman saya waktu itu belum seberapa.

Untuk pembahasan kali ini cenderung lebih panjang dari pembahasan sebelumnya mengenai cybercrimedigital signature, dan socialengineering. Berikut ini dia ada perbedaan Hacking dan CrackingHacker dan Cracker dari berbagai sumber, walaupun saya sendiri kurang meyakini kebenaran beberapa sumber itu.

Hacking

“Hacking adalah sebuah penggunaan yang ilegal atau tidak sah terhadap  sumber daya, dalam hal ini adalah komputer dan jaringan komputer. Istilah hacking sering dirujuk sebagai kejahatan komputer seperti pencurian identistas, penipuan kartu kredit, dan tindakan kejahatan komputer yang lainnya.” (saya kurang setuju dengan pengertian ini, karena biasanya istilah hack hanya sebatas akses ke sumber daya dan biasanya si pelaku belum tentu memanfatkannya)

“Namun demikian, istilah “Hack” juga digunakan untuk merujuk kepada sebuah modifikasi dari program komputer atau perangkat komputer yang lain untuk memberikan dan memudahkan aakses pengguna ke fitur yang tidak tersedia.”

Hacker

Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer. Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.

Ciri-ciri hacker

Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tidak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.

Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.

CRACKING

“Kebalikan dari Hack, yakni tindakan untuk menjebol komputer orang lain dengan tujuan yang jahat. Contoh dari crack ini banyak sekali seperti: virus, worm, spyware, adware, keylogger dan sebagainya”

Cracker

cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang dimasuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya. Artinya orang itu berusaha untuk  sistem komputer orang lain atau menerobos sistem keamanan komputer orang lain untuk mengeruk keuntungan atau melakukan tindak kejahatan. Inilah yang membedakannya dengan hacker.

Ciri-ciri cracker

Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagai contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.

Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.

Jadi dapat diambil kesimpulannya bahwa Hacker  adalah orang yang mengetahui apa yang dilakukannya, menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sementara hacker yang ‘jahat’ atau biasa disebut cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, menyadari akibat dari perbuatannya, tapi tidak mau peduli. Dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu. Karena hacker adalah orang yang tahu dalam ketahuannya, di dunia hackers tentu saja ada etika yang mesti dipenuhi dan dipatuhi bersama.

Prinsip kerja hacker dan cracker sebenarnya sama. Yang membedakan keduanya adalah tujuannya. Dari segi kemampuan, cracker dan hacker juga tidak jauh berbeda. Tapi cracker seringkali memiliki ilmu yang lebih oke dan keberanian serta kenekatan yang lebih besar daripada hacker.Namun dari segi mentalitas dan integritas, keduanya beda jauh.

Menurut saya, dunia hacker dan cracker memiliki batas yang bias. 

Seorang hacker bisa saja dalam perjalanannya kemudian menjadi cracker. Ataupun seseorang yang telah menjadi cracker bisa saja kembali lagi menjadi hacker. Dan sangat sulit untuk menilai apakah seseorang itu merupakan hacker atau cracker, karena yang kita ketahui hanyalah sebatas apa yang diproklamirkannya saja. Kita, terutama yang kurang tahu dengan pasti sepak terjang nyata dunia perhackeran, akan sangat sulit menilai. (Dengan kemampuan orang awam, belum tentu sadar apakah komputer kita sedang ter-hack atau tidak)

Keduanya dimulai di titik yang sama, yakni kemampuan untuk menyusup atau mengehack sebuah sumber daya. Di sebuah titik persimpangan, orang-orang ini bebas untuk memilih alternatif tindak lanjut yang mereka punyai, untuk kebaikan, atau untuk diri sendiri. 

hacker tidak memilih untuk merusak atau mencari keuntungan pribadi dari sistem yang disusupinya, sedang cracker memilih untuk merusak sumber daya yang berhasil diaksesnya.

By cyber crime

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s